Membelai Keris Nogososro

Posted: Tuesday, April 15, 2008 by admin in Labels:
1

Jum’at, 11 April 2008 (Korantempo)

Berita Utama-Jateng

Aroma mistik keris dianggap syirik.

YOGYAKARTA -- Tiga remaja berpakaian putih abu-abu asik memandangi belasan keris yang terpajang di etalase pada pameran keris Tebuwiji keenam di Museum Ronggowarsito, Semarang, 8 April hingga 11 April. "Ini to yang namanya keris Nogososro itu," kata Adi, seorang pengunjung yang masih berseragam SMA. Keris Nogososro adalah keris yang dianggap legendaris karya Empu Supo pada akhir kejayaan Kerajaan Majapahit. Keris itu menjadi maskot kerajaan. Tapi keris Nogososro yang dipajang pada pameran ini hanya salah satu dhapur (tipe) keris Nogososro. Ada juga keris Sabuk Inten.

Masih pada etalase yang sama, panitia sengaja memajang keris yang diberi titel "keris rekayasa". Keris rekayasa adalah keris palsu. Bentuknya mirip keris pada umumnya yang terdiri atas beberapa luk (lekuk), lengkap dengan jejeran (tangkai) dan warangkanya (sarung). Keris ini dianggap keris palsu karena bentuk keris tersebut tidak sesuai dengan pakem keris pada umumnya. Misalnya di bawah ganja (pangkal keris) terdapat sepasang taring (pudak sategal) yang memanjang. Padahal, lazimnya, pudak sategal tidak terlalu panjang.

Meski peminat keris pada umumnya orang dewasa, belasan siswa SMP dan SMA juga banyak terlihat. Satu hal yang mendorong mereka mengunjungi pameran adalah ingin melihat proses pembuatan keris yang memang diselenggarakan panitia. Hal lain, mereka juga ingin melihat "kesaktian" keris yang sering mereka dengar. "Katanya ada keris yang bisa berdiri sendiri. Ada pula yang bisa mengeluarkan asap," ujar Adi.

Pameran ini menggelar ratusan keris milik kolektor yang bergabung dalam paguyuban keris dari Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jakarta. Pameran ini dimaksudkan sebagai wahana untuk menyampaikan informasi yang benar tentang keris, terutama kepada generasi muda. Keris sebagai benda budaya yang sarat dengan filosofi dan estetika tak boleh sampai dibelokkan sebagai benda yang mistik yang dianggap sebagai media untuk berlalu syirik (menyekutukan Tuhan). "Pencitraan yang keliru lewat tayangan sinetron bahwa keris hanya untuk mengusir setan, menyantet orang, harus diluruskan," ujar Suparwoto, panitia pameran.

Menurut Suparwoto, banyak masyarakat yang tidak tahu tentang keris dan cara merawatnya. Pada hari pertama pameran, katanya, datang seorang perempuan yang mengaku tidak berani membuka keris karena takut ada jinnya. Perempuan itu memiliki beberapa keris peninggalan kakeknya. "Ketidaktahuan tentang keris sering dimanfaatkan oleh para kolektor dengan menakut-nakuti (pemilik keris yang awam) bahwa keris bisa membawa sial," ujarnya.

Ada banyak motivasi orang mengunjungi pameran ini. Ada yang memang gandrung dengan keris seperti yang ditunjukkan oleh pengunjung sepuh seperti Mbah Sastro, pria asal Ungaran: "Selain untuk klangenan. Juga untuk tukar informasi." Ada juga yang ingin membandingkan koleksi miliknya dengan keris lain. Ini biasanya yang mendorong para kolektor hadir dari berbagai daerah.

Namun, seorang pengunjung keturunan Tionghoa yang masih belia mengaku datang untuk membeli keris yang bisa dijadikan ageman untuk berbisnis. "Katanya ada keris yang cocok dikoleksi oleh pedagang. Mungkin bisa menambah hoki," ujar pria yang enggan namanya disebutkan itu. Jual-beli atau tukar-menukar keris biasanya dilakukan setelah pameran usai.

Adapun Muslih, asal Demak, mengaku tak percaya keris punya kemampuan magis. "Saya ingin melihat koleksi keris dari zaman ke zaman," ujarnya. Ia berharap ada orang yang bisa menjelaskan secara ilmiah hal yang berbau mistik tentang keris. "Saya tidak mau terjebak musyrik." Muslih pun terlibat diskusi kecil dengan Totok Sugianto, seorang pembuat keris yang juga kolektor keris.

Menurut Sugianto, memang banyak keris yang punya kekuatan linuwih selain sebagai senjata biasa. Misalnya, ada keris yang bisa ditegakkan, ada juga yang bisa menambah wibawa pemiliknya. "Sebenarnya hal ini bisa dijelaskan secara akal sehat," kata Sugianto. Ia menjelaskan, sebilah keris tercipta dari persenyawaan besi dan baja simbol kekuatan bumi dan langit.

Secara kimiawi, keris terbuat dari berbagai unsur. Selain itu, saat menempa besi menjadi keris, seorang empu juga melakukan laku spiritual untuk membentuk karakter kerisnya. "Jika kekuatan langit dan bumi bersatu, jika unsur kimiawi yang terpadu membentuk senyawa yang prima, keris menemukan titik keseimbangan sehingga tak mustahil bisa berdiri tegak," katanya.

Menurut Sugiarto, harus diakui keris memiliki kekuatan metafisik. Tapi, katanya, kekuatan itu tidak lebih merupakan kehendak Tuhan. "Tuhan saja memberikan kekuatan pada tongkatnya Nabi Musa, kekuatan akik pada Nabi Sulaiman," ujar Sugiarto. SOHIRIN

1 comments:

  1. Terima kasih atas infonya, sangat bermanfaat.
    Perkenalkan nama saya Muhammad Ikhsan, selaku Pemilik dan Pengelola dari website Keris.Biz.
    Website Keris.Biz merupakan salah satu website penyedia benda seni seperti keris, badik, pedang katana/samurai, benda antik dan bertuah serta benda-benda seni yang bernilai sejarah tinggi dan sangat langka. Beberapa koleksi tersebut saya dapatkan dengan berburu dari dalam dan bahkan luar negeri. Bagi Anda yang serius ingin memiliki dan merawatnya, beberapa dari koleksi tersebut saya maharkan. Silahkan lihat koleksi saya disini :
    www.Keris.Biz - Gallery Keris, Pedang, Katana, Badik, antik, bertuah dan langka